Apa yang kamu banggakan
sebagai seorang milenial? Pastinya ada banyak hal, ya. Mulai dari pengetahuan
soal musik, pelajaran sekolah atau kuliah untuk yang masih menempuh pendidikan,
hingga hal-hal terkini yang beredar di sosial media. Intinya, nggak boleh kudet
tentang berbagai hal yang terjadi di dunia ini.
Perkembangan dunia
digital sendiri juga nggak main-main, terus melesat meninggalkan yang nggak mau
ikutan maju bersama mereka. Jadi nggak heran kalau ada banyak hal tentang
teknologi informasi yang masih terlalu asing buat negara berkembang seperti
Indonesia, termasuk istilah-istilah yang biasa digunakan di dalamnya.
Salah satu yang saat ini
lagi ramai diperbincangkan adalah istilah decacorn. Sebagai kunci jawaban,
decacorn adalah status yang disematkan kepada startup atas prestasi mereka yang
mampu berkembang 10 kali lebih besar dari unicorn. Sementara unicorn sendiri
adalah perusahaan rintisan yang berhasil mencapai valuasi sebesar USD 1 miliar,
alias 1,4 triliun rupiah. Jadi
kalau decacorn berarti valuasinya adalah USD 10 miliar atau 14 triliun Rupiah.
Jangan cuma tahu
valuasinya saja. Sebagai anak hits yang nggak boleh ketinggalan jaman, ketahui
juga alasan kenapa kamu harus tahu makna dari istilah decacorn.
Biar Nggak Kudet
Sebagai generasi milenial
penerus bangsa, startup sudah menjadi komoditas umum yang makin diketahui oleh
kalangan muda. Jadi nggak heran pula bila omongan tentang decacorn bakal mampir
di tengah acara nongkrong kamu dan teman-teman.
Biar nggak kelihatan
kudet, ngerti dikit tentang decacorn pasti nggak ada salahnya, kan? Kayak yang
disebutkan di atas, yaitu perusahaan rintisan yang valuasinya mencapai USD 10
miliar atau 14 triliun Rupiah.
Anak Muda Jaman Sekarang Paham Startup
Idealisme anak muda
jaman sekarang beda dengan generasi-generasi pendahulunya. Kalau dulu kemapanan
itu diukur dari jabatan di kantor, generasi sekarang lebih suka dengan
tantangan. Bagi mereka, mendirikan perusahaan sendiri lewat startup justru
dianggap lebih keren. Memulai dari nol dengan modal seadanya, serta
mengembangkan perusahaan itu hingga menjadi decacorn bakal menjadi sebuah
kebanggaan yang begitu besar.
Sebagai Inspirasi
Pencapaian decacorn itu
sangat luar biasa. Bayangkan, memiliki sebuah startup dengan valuasi USD 10
miliar! Nggak hanya tentang materi, tapi juga tanggung jawab besar yang diemban
karena perusahaan decacorn itu sudah dianggap sangat besar. Tanggung jawab terhadap
diri sendiri untuk membawa startup ke level yang lebih tinggi dari decacorn,
serta tanggung jawab pada orang lain, termasuk investor, anak buah, hingga
mitra-mitra kerja.
Bisa dibilang, menjadi
decacorn itu nggak lagi soal dirimu sendiri. Kamu harus melibatkan orang lain
agar bisa mencapai pada tahapan tersebut. Seperti Grab, yang menjadi decacorn
pertama di kawasan Asia Tenggara, yang terus jaga kualitas pelayanan demi
kepuasan pengguna, sekaligus agar mampu menembus level yang lebih tinggi dari unicorn.
Pertama kali muncul di
tahun 2012 dalam format GrabTaxi, Grab terus memberikan inovasi demi memenuhi
kebutuhan pengguna. Layanan yang diberikan Grab pun beragam, mulai dari ride
hailing seperti GrabBike dan GrabCar, financial technology seperti GrabPay dan
GrabRewards, sampai market place yaitu GrabExpress, GrabFood dan GrabFresh.
Maka tak heran jika Grab
menjadi Super App terkemuka di Asia Tenggara yang menawarkan solusi sehari-hari
dengan layanan transportasi, pengiriman barang dan makanan, pembayaran mobile
dan hiburan digital. Dengan filosofi platform terbuka yang diusung, Grab
menyatukan para mitra untuk membuat hidup lebih baik.
Grab adalah decacorn
(super unicorn) yang memberikan layanan terbaik untuk pengguna, dengan tarif
terjangkau, sekaligus menawarkan efisiensi kepada konsumen mereka. Aplikasi
Grab sendiri tercatat sudah mencapai lebih dari 138 juta download dan mencetak
lebih dari 9 juta micro entrepreneur di seluruh jaringan mereka.
Sumber : Merdeka.com










EmoticonEmoticon