Poker Online
Tampilkan postingan dengan label Fadli Zon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fadli Zon. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Februari 2019

Panas!! Eks Panglima GAM Mnyebut Fadli Zon Bohong soal Ketua Gerindra Lantaran .........

Eks Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Linge, Fauzan Azima, membantah pernyataan Fadli Zon terkait adanya Ketua Gerindra di Aceh dari kalangan GAM. Waketum Gerindra itu dinilai mengada-ada.


"Sekali lagi kami tegaskan, tidak ada Ketua Partai Gerindra di Aceh dari eks GAM. Inilah yang disebut kebohongan ditutupi dengan kebohongan baru dengan tujuan agar orang percaya dengan pernyataan tersebut," kata Fauzan dalam keterangan kepada detikcom, Rabu (27/2/2019).

"Mungkin Fadli Zon ingin menerapkan teori kebohongan yang diulang-ulang maka satu saat akan dianggap kebenaran," jelas Fauzan.


Fauzan menilai pernyataan Fadli Zon sama dengan pernyataan Sandiaga Uno dan juru bicara BPN Dahnil A Simanjutak yang menyebut lahan Prabowo di Aceh Tengah dipakai GAM. Cawapres nomor urut 02 itu kini dilaporkan ke Polda Aceh oleh 11 eks kombatan GAM Bener Meriah.

"Bagaimana mungkin eks GAM mengelola perusahaan Prabowo di Aceh karena sudah lama tidak aktif. Karyawan lama pun tidak dibayarkan pesangonnya dengan layak, logikanya apa mungkin merekrut pegawai baru," ungkapnya.

Seperti diketahui, Waketum Gerindra Fadli Zon menilai pelaporan eks kombatan GAM terhadap Sandiaga dan Dahnil bersifat politis.

Menurut Fadli, tak ada yang salah dengan pernyataan Sandiaga dan Dahnil. Apa yang disampaikan keduanya bukanlah suatu kebohongan.

"Apa urusannya? Hanya gara-gara pernyataan itu kan saya kira itu jelas kok. Bahwa lahannya Pak Prabowo itu ada juga ada mantan kombatan GAM yang ikut mengelola apa segala macam di situ," katanya. 

"Ketua Gerindra kan juga mantan kombatan GAM yang ada di sana, yang bekerja di sana jauh sebelum ada Gerindra malah," imbuh Fadli.

Sumber : detik.com/beritaheboh.com

Fadli Zon Menganggap Video "Jika Jokowi Terpilih, Tak Ada Lagi Azan" Bukan Kampanye Hitam

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Fadli Zon, menilai, aksi pendukung yang menyebut jika calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo terpilih, tidak akan ada lagi azan, bukan kampanye hitam. Menurut dia, hal itu merupakan pendapat pribadi yang perlu diklarifikasi.


"Itu kan pendapat pribadinya. Jadi saya kira itu bukan kampanye hitam. Itu pendapat pribadi dia yang ya mungkin perlu klarifikasi," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Selasa (26/2/2019). Fadli mengatakan, wacana yang dibahas pendukung Prabowo-Sandiaga dalam video itu masih dalam koridornya.

Misalnya, pernah ada polemik soal suara azan ketika pemerintahan Jokowi. Kemudian, katanya, ada juga pendapat-pendapat lain mengenai LGBT. "Menurut saya, mereka masih di dalam ranah pendapat pribadi yang memang menjadi polemik. Kan memang ada juga yang mendukung LGBT, ada enggak? Kan ada.

Yang mendukung suara azan dikecilin ada enggak? Kan ada juga. Itu tinggal diklarifikasi saja," katanya. Menurut Fadli, perempuan yang ada di dalam video tersebut harus diperlakukan adil. Asas praduga tidak bersalah juga harus diterapkan oleh masyarakat.

"Harus ada praduga tidak bersalah dan itu kan masih dalam pendapat pribadi mereka," ujar Fadli.
Video ibu-ibu yang menyebut jika Jokowi terpilih kembali, tidak akan ada lagi azan viral di media sosial.

Video tersebut salah satunya diunggah akun Instagram indozone.id. Dalam video tersebut tampak dua perempuan tengah berbicara kepada salah seorang penghuni rumah dalam bahasa Sunda. Diduga hal itu untuk memengaruhi warga agar tidak memilih Jokowi pada Pilpres 2019.

"Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tiyung. Awewe jeung awewe meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin (Tidak ada lagi suara azan, tidak ada lagi yang memakai kerudung. Perempuan sama perempuan boleh menikah, laki-laki sama laki-laki boleh menikah)," kata perempuan dalam video tersebut.

Kapolres Karawang AKBP Nuredy Irwansyah Putra menyebut, tiga perempuan yang terkait dengan dugaan video berisi kampanye hitam diamankan ke Polda Jabar untuk menghindari konflik.

Sumber : KOMPAS