Poker Online
Tampilkan postingan dengan label Kampanye. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kampanye. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Februari 2019

Dibully! Akun ini Nyinyiri Lagu "Meraih Bintang" Jadi Lagu Resmi Kampanye Jokowi-Maruf


Beritaterheboh.com -  Beredarnya video lagu 'Meraih Bintang' yang dinyanyikan Via Vallen versi dukungan terhadap capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo - Ma'ruf Amin, dibenarkan oleh TKN Jokowi-Ma'ruf sebagai lagu resmi kampanye mereka.



Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Abdul Kadir Karding menjelaskan lagu yang naik daun lewat perhelatan Asian Games 2018 dan identik dengan tari "goyang dayung" Presiden Jokowi ini, memang sedikit diubah lirik dan judulnya menjadi bernuansa kampanye, sebab sang pencipta lagu, yaitu Pay BIP yang telah memperbolehkan.

"Lagu Meraih Bintang itu memang menjadi lagu resmi theme song pasangan Jokowi-Ma'ruf dan lagu itu didonasikan oleh penciptanya ke Tim Kampanye Nasional," jelas Karding kepada Bisnis, Selasa (19/2/2019).


Karding menjelaskan video dari lagu kampanye yang kini telah diaransemen sehingga bertajuk 'Meraih Kemenangan' ini memang asli dinyanyikan oleh Via Vallen.


"Tidak termasuk penyanyinya [didonasikan ke TKN], tapi pada video yang beredar itu benar suara Via Vallen," jelas Karding.

Namun rupanya masih saja ada hater Jokowi-Maruf yang 'nyinyir' soal lagu tersebut. Sebelumnya akun @imanbr mengunggah video klip "Meraih Bintang".

Sumber : Beritaheboh.com

Geramnya Jokowi Karena Kampanye Hitam


Jokowi merespons aksi kampanye hitam emak-emak yang mengatakan azan akan dilarang jika dirinya terpilih lagi jadi presiden. Jokowi geram atas tuduhan itu.


"Dengerin fitnah-fitnah nggak usah. Denger hoax nggak usah. Ramenya rame fitnah, rame hoax, kabar-kabar bohong banyak sekali, dan jangan didengarkan," kata Jokowi di Cilacap, Senin (25/2/2019) kemarin.

"Buanyak sekali. Ada katanya nanti kalau Presiden Jokowi menang, nggak boleh azan. Kebangetan," imbuh capres nomor urut 01 itu.

Jokowi lalu mengungkit lagi fitnah lama yang menuduhnya sebagai aktivis PKI. Dia juga mengungkit soal fitnah bahwa dirinya antiulama.

"Saya tiap minggu dengan ulama, ke pesantren. Saya titip itu aja, jangan sampai demokrasi dilalui dengan yang harusnya gembira, jadi resah," ujarnya.

Sebelumnya, jagad maya geger oleh video aksi sosialisasi berisi kampanye hitam terhadap Jokowi-Maruf yang viral di media sosial. Sebab, diduga kuat peristiwa dalam video itu terjadi di Karawang.
Dalam video yang beredar, dua perempuan tersebut berbicara dalam bahasa Sunda saat kampanye door to door. Warga diyakini bahwa Jokowi akan melarang azan dan membolehkan pernikahan sesama jenis.

"Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tieung. Awewe jeung awene meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin," kata perempuan di video yang viral.

Jika diartikan, ajakan itu memiliki arti:
Suara azan di masjid akan dilarang, tidak akan ada lagi yang memakai hijab. Perempuan sama perempuan boleh kawin, laki-laki sama laki-laki boleh kawin.

Tiga emak-emak itu lalu diamankan polisi. Namun Bawaslu menyatakan aksi ketiganya tak masuk pelanggaran pemilu.

"Dari hasil investigasi dan kajian, teman-teman di Karawang juga sudah melakukan pendalaman internal data pada kesimpulan tidak memenuhi unsur formil dan materiilnya," ucap Ketua Bawaslu Jabar Abdullah saat dihubungi .

Sumber : detik.com