Poker Online
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 April 2019

Pencarian Kepala Mayat Dalam Koper Masih Belum Membuahkan Hasil



Polisi kembali menyisir lokasi penemuan mayat dalam koper. Selama satu jam penyisiran, Satreskrim Polresta Blitar belum berhasil menemukan bagian kepala Budi Hartanto (28).

Dipimpin langsung Kapolresta Blitar AKBP Adewira Negara Siregar, penyisiran dimulai sejak pukul 09.00 wib. Tak hanya semak-semak rimbun yang disisir petugas, namun juga sungai kecil yang melintas di bawah jembatan Desa Karanggondang Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.

"Ya kami sisir lagi. Merata di semak dan sungai di lokasi penemuan mayat dalam koper. Tapi tidak hasil," kata Adewira dikonfirmasi detikcom, Jumat (5/4/2019).

Mengapa polisi tidak menggunakan anjing pelacak untuk menemukan bagian kepala korban mutasi ini ?

"Kami tidak pakai anjing pelacak, karena sudah lewat waktu efektif. Penciuman anjing pelacak sekitar 8 jam dan TKP sudah didatangi banyak orang," tandasnya.

Sekitar pukul 10.00 wib, tim reskrim Polresta Blitar meninggalkan lokasi penemuan mayat dalam koper. Sementara, sebagian anggota reskrim Polresta Blitar ada yang di Kediri untuk bergabung dengan Subdit III Jatanras Polda Jatim dan mengambil alih penyelidikan kasus ini.

Sumber : detik.com

Jumat, 15 Maret 2019

Ada Badai Matahari Hari Ini, Waspada



Lembaga layanan cuaca Inggris Met Office memberikan peringatan bahwa besok Jumat, 15 Maret 2019, akan terjadi ledakan besar sinar kosmik dari Matahari menuju Bumi. Badai Matahari itu dapat melumpuhkan GPS, sinyal ponsel dan TV digital, seperti dilansir laman express, Rabu, 13 Maret 2019.

Fenomena tersebut merupakan hasil dari lubang berbentuk ngarai di atmosfer atas Matahari. Celah panjang dan sempit di atmosfer Matahari, yang dikenal sebagai lubang koronal, melepaskan rentetan sinar kosmik. Pakar peramalan cuaca luar angkasa memperkirakan badai matahari akan mencapai Bumi.

Laman web Space Weather menyatakan bahwa lubang akan berbentuk ngarai di atmosfer Matahari menghadap Bumi, dan itu memuntahkan aliran angin matahari ke arah Bumi. Fenomena yang juga disebut badai geomagnetik minor G1 tidak berbahaya.

Sebagian besar, medan magnet Bumi melindungi manusia dari rentetan radiasi, tapi badai Matahari dapat mempengaruhi teknologi berbasis satelit. Angin Matahari dapat memanaskan atmosfer luar Bumi, yang menyebabkannya mengembang.

Ini juga dapat mempengaruhi satelit di orbit, berpotensi menyebabkan kurangnya navigasi GPS, sinyal ponsel, dan TV satelit. Selain itu, gelombang partikel dapat menyebabkan arus tinggi di magnetosfer, yang dapat menyebabkan arus lebih tinggi dari listrik normal di saluran listrik, mengakibatkan transformator listrik dan pembangkit listrik meledak dan kehilangan daya.

Jumlah radiasi yang lebih tinggi juga membuat orang rentan terhadap kanker. Met Office telah memperingatkan bahwa masyarakat akan menghadapi badai Matahari yang monumental di masa depan, yang dapat menghancurkan teknologi Inggris dan merugikan Inggris hampir £ 16 miliar setara Rp 304 triliun.

Inggris tidak cukup siap untuk badai matahari yang kuat, Met Office juga memperingatkan hal itu kepada para menteri. Peramal cuaca percaya bahwa Inggris tidak memiliki infrastruktur yang cukup untuk mempersiapkan diri menghadapi peristiwa semacam itu.

"Kami menemukan bahwa dalam 100 tahun, tanpa kemampuan peramalan cuaca luar angkasa, Inggris bisa kehilangan produk domestik bruto £ 15,9 miliar (Rp 302,1 triliun)," ujar seorang peneliti dari Met Office.

"Dengan satelit yang ada, kemampuan perkiraan akan menurun di tahun-tahun mendatang, jadi jika tidak ada investasi lebih lanjut, infrastruktur penting akan menjadi lebih rentan terhadap cuaca luar angkasa".

Sumber : Tempo.co

Rabu, 13 Maret 2019

Gabungan Pelajar Indonesia di Inggris Perkenalkan Sektor Maritim dan Pariwisata



Skema pemisahan alur pelayaran atau Traffic Separation Scheme (TSS) di Selat Sunda dan Selat Lombok terus diperkenalkan ke masyarakat Internasional, salah satunya dilakukan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Greater Manchester, Inggris.
Perhimpunan Pelajar Indonesia di Greater Manchester (PPI) bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Inggris Raya dalam peringatan 70 Year Of Diplomatic Relations Indonesia United Kingdom sangat memberikan perhatian terhadap sektor Maritim dan pariwisata mengingat Indonesia merupakan salah satu Negara Kepulauan terbesar di dunia disamping sebagai negara maritim yang juga memiliki daya tarik pariwisata.
Sebagaimana diketahui bahwa Intenational Maritime Organisation (IMO) yang bermarkas di London Inggris dan delegasi Indonesia yang dikoordinasikan oleh Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan selaku maritime administration sangat berperan aktif menyuarakan pembangunan sektor maritim di Indonesia melalui forum-forum pertemuan yang dilaksanakan di markas besar IMO tersebut.
Untuk itu, PPI-GM berkolaborasi mempromosikan sektor maritim dan kebudayaan serta pariwisata Indonesia kepada masyarakat dunia secara luas dalam penyelenggaraan Festival bertajuk Indonesian Cultural Festival (ICF) 2019, Minggu (10/3).
"PPI GM telah memiliki pengalaman dalam menjadi tuan rumah untuk acara Indonesian Cultural Night/Festival yang telah digelar secara sukses selama tujuh tahun terakhir. Perhimpunan Pelajar Indonesia di Greater Manchester (PPI GM), yang bekerja sama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Liverpool (PPI-GL) dan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Lancaster berkolaborasi menyelenggarakan The 6th Indonesian Cultural Festival 2019: A Hidden Archipelago," jelas Ketua ICF 2019, Nicolaus Hermadi di Manchester, Selasa (13/3).
Dengan mengangkat tema utama A Hidden Archipelago atau Kepulauan yang Tersembunyi, kami berharap untuk menunjukkan identitas kita sebagai orang Indonesia dan Indonesia sebagai nusantara yang penuh dengan keanekaragaman budaya dan kekayaan alam sebagai negara maritim.
"Yang menjadi perhatian saat ini terkait dengan perlindungan lingkungan maritim yaitu penerapan pengurangan emisi karbon dari gas buang kapal, terkait dengan keselamatan pelayaran, skema pemisahan alur pelayara di Selat Lombok dan Selat Sunda," ujar Nicolaus.
Selain itu, ICF 2019 akan dilengkapi pameran budaya Indonesia dan berbagai aktivitas permainan sebagai bentuk interaksi antar budaya yang ditujukan untuk meningkatkan persaudaraan antar pelajar Indonesia di Manchester dan mempromosikan kesadaran internasional agar dapat membantu mempromosikan pariwisata Indonesia.
Sementara itu, salah satu mahasiswi Indonesia yang sedang belajar jurusan ekonomi di Manchester, Helena Bonor mengatakan bahwa sangat disayangkan ketika banyak orang di Inggris yang masih asing dengan Indonesia.
"Oleh sebab itu, acara tahun ini akan mengutamakan partisipasi masyarakat lokal dan internasional untuk meningkatkan kesadaran akan kekayaan budaya di Indonesia dan juga sektor Maritim di Indonesia. Hal ini termasuk mengundang mereka untuk ikut bergabung menyalurkan minat dan bakat dalam segi seni tari dan musik tradisional," ujar Helena.
Dalam acara ini, lanjut Helena, PPI GM menampilkan pagelaran seni yang mempertunjukkan berbagai identitas masyarakat Indonesia dalam berbagai bentuk kesenian, seperti tarian tradisional dan permainan alat musik tradisional, yang akan ditampilkan oleh masyarakat lokal, internasional, dan Indonesia.
"Selain itu kami juga membuat pameran yang dibagi dalam beberapa stand yang terdiri dari pariwisata beserta kesenian dan budaya.Kami pun juga melakukan penjualan berbagai macam kuliner Indonesia oleh masyarakat Indonesia," kata Helena.
Sebagai informasi, Greater Manchester adalah salah satu kota metropolitan terbesar di Inggris dengan penduduk sebanyak 2,4 juta jiwa, yang berasal dari berbagai etnis di seluruh dunia dari penduduk lokal, hingga pendatang Eropa Barat, Eropa Timur, Asia, dan Afrika. Kota ini juga memiliki universitas dengan jumlah mahasiswa internasional terbanyak di Inggris, yaitu The University of Manchester di mana terdapat lebih dari 40.000 mahasiswa dari puluhan negara.
Dengan demikian maka hal tersebut menjadikan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Greater Manchester (PPI GM) tercatat sebagai PPI dengan jumlah anggota kedua terbesar di Inggris.
Sumber : Merdeka.com

Untuk Mengurangi Penggunaan Plastik, Ini yang Perlu Dilakukan



Masih segar dalam ingatan peristiwa kematian paus di perairan Wakatobi, Sulawesi Tenggara yang ditemukan pada Senin (19/11/2018). Saat dibedah, peneliti menemukan sampah plastik 5,9 kilogram dalam organ paus malang tersebut.

Diwartakan Kompas.com (22/11/2018), para peneliti dan aktivis lingkungan pun menduga penyebab utama kematian mamalia itu adalah sampah plastik yang tak bisa dicerna oleh perut paus.

Banyaknya sampah plastik yang ada di perairan laut juga tak lepas dari meningkatnya jumlah sampah plastik dari tahun ke tahun di bumi. Data ScienceMag menyebutkan produksi sampah plastik dunia pada 1950 mencapai 2 juta ton per tahun.

Pada 2015 atau 65 tahun setelah itu, produksi sampah sudah 381 juta ton per tahun. Angka ini meningkat lebih dari 190 kali lipat, dengan rata-rata peningkatan sebesar 5,8 ton per tahun.

Bagaimana dengan Indonesia? Berdasarkan data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) , sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Dari jumlah itu, sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut.

Mengingat plastik merupakan bahan yang sulit terurai (hingga 70 tahun), limbah plastik yang menumpuk tersebut tentu memberikan efek domino terhadap lingkungan.

Maka dari itu, diperlukan berbagai upaya dan kesadaran untuk #Bijakberplastik. Berikut adalah beberapa cara sederhana untuk menekan penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari.

1. Membawa kantong belanjaan sendiri
Membawa kantong belanja sendiri merupakan tindakan sederhana yang bisa dilakukan dalam mengurangi produksi sampah plastik. Keberadaan kantong belanja pribadi saat ini sangat mudah ditemukan, desainnya pun sudah beragam dan memiliki karakteristik yang praktis serta dapat dilipat hingga ukuran minimalis.

2. Kumpulkan untuk Daur ulang
Selain mengusahakan mengurangi penggunaan plastik, penerapan konsep 3R (reduce, reuse, recycle) bisa juga dapat dilakukan. Saat ini, ada banyak sekali kebijakan dari seluruh elemen (baik pemerintah atau swasta) dengan menghadirkan kemasan yang dapat didaur ulang. Terlebih perusahaan global saat ini tengah berfokus pada konsep ekonomi sirkular yang memiliki tujuan mengurangi emisi limbah serta efisiensi dalam hal eksploitasi sumber daya alam. Salah satu contohnya adalah produk Aqua. Produsen air minum dalam kemasan ini telah menghadirkan botol 1,1 liter 100 persen bahan plastik daur ulang. Kemasannya juga dapat kembali didaur ulang, tanpa label dan tanpa motif tambahan. Inovasi ini merupakan yang pertama di Indonesia dan sudah diterapkan pada awal tahun ini di Bali dan akan segera menyusul di Jakarta.

3. Tidak menggunakan sedotan atau sendok berbahan plastik
Bisnis kuliner menjadi wilayah yang kerap menggunakan kemasan berbahan plastik. Kantong, sedotan, gelas hingga sendok berbahan plastik menjadi hal yang lumrah ditemukan saat mengunjungi tempat kuliner. Maka dari itu hal sederhana selanjutnya adalah memulai untuk menghentikan ketegantungan akan barang-barang tersebut.

4. Tanam kebiasaan memasak dan makan di rumah
Kebiasaan membeli makanan dalam kemasan tidak hanya akan menambah beban jumlah sampah plastik, tapi juga berdampak pada kesehatan. Maka tidak ada salahnya untuk memperbanyak konsumsi makanan segar. Penelitian di Portland, Amerika Serikat menunjukan bahwa menggunakan makanan segar dapat menghemat pengeluaran sekitar 30-60 persen. Perubahan besar dimulai dari hal yang kecil seperti mulai melalui diri sendiri. Sudah saatnya sadar betapa pentingnya menjaga keseimbangan alam untuk generasi penerus. Sayangi dan jaga lingkungan laut di sekitar kita.

Sumber : Kompas.com


Diterjang Banjir, 4 Wisatawan Tewas di Kali Gono Magelang. Ini Penyebabnya



Empat wisatawan tubing (menyusur sungai menggunakan ban) meninggal dunia setelah terseret arus banjir bandang Kali Gono, Desa Tampir Wetan, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (13/3/2019).

Kepala Polres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho, menerangkan musibah tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Seluruh korban merupakan agen pariwisata Semarang, Yogyakarta, Jakarta dan Malaysia.

"Bencana banjir bandang di aliran Kali Gono sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu ada sekitar 12 orang, termasuk para korban, sedang melakukan tubing di sungai itu," terang Yudi, dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu malam.

Untuk diketahui, tubing merupakan aktivitas wisata atau olahraga air yang biasanya dilakukan di sungai. Seseorang mengikuti arus atau jeram sungai dengan menaiki ban dalam mobil.

Kata Yudi, sebelum bencana tidak ada hujan, cuaca cerah dan debit air sungai terpantau normal. Semua wisatawan termasuk para pemandu yang sudah berada di tengah sungai tiba-tiba diterjang banjir yang datang tiba-tiba dan sangat cepat.

"Ada yang berhasil menyelamatkan diri, namun empat orang terseret arus kemudian ditemukan meninggal dunia dan tiga orang luka-luka," sebut Yudi.

Saat ini empat korban meninggal dunia masih berada di RSUD Muntilan Kabupaten Magelang dalam proses identifikasi tim Inafis Polres Magelang dan korban luka dievakuasi ke RST dr Soedjono Kota Magelang.

Pihak keluarga korban sudah mulai berdatangan ke dua rumah sakit tersebut untuk memastikan kondisi seluruh korban.

"Untuk sementara, satu orang sedang kami periksa terkait kejadian ini di Polsek Muntilan, lainnya segera menyusul," ujar Yudi.

Sumber : Kompas.com


Minggu, 10 Maret 2019

Fenomena Ini Terjadi Di Gunung Lawu



Fenomena awan topi muncul di Gunung Lawu pada Jumat sore, 8 Maret 2019. Astronom amatir Ma’rufin Sudibyo mengunggah fotonya di laman media sosialnya.

“Itu foto dari teman saya, boleh dipasang tapi tidak untuk disebarluaskan,” katanya, Sabtu, 9 Maret  2019.

Pada foto yang kontras dengan warna dominan biru itu, terlihat sebuah awan raksasa menaungi gunung. Awan itu berwarna merah muda campuran coklat tipis. Bentuk awan itu berlapis-lapis melingkar.

Menurut Ma’rufin pada keterangan fotonya, pemandangan ini muncul di Gunung Lawu yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Sekitar pukul lima sore, saat itu cuaca sedang cerah,” katanya.

Ma’rufin tidak melihat langsung. Namun ia pernah menyaksikan dan memotret awan topi atau lentikular di beberapa gunung lain seperti Merapi, Merbabu, dan Sindoro, Sumbing. Pada 10 Desember 2018 awan topi hinggap di atas Gunung Semeru.

Menurutnya, awan yang terlihat istimewa itu tergolong biasa. Awan topi bisa muncul di gunung mana pun saat cuaca cerah. “Keindahannya ditingkatkan oleh panorama senja dengan sinar matahari kemerahan menerpa,” kata Ma’rufin.

Sebelumnya Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengatakan fenomena awan topi tergolong wajar terjadi di puncak gunung. Dinamika atmosfer di sekitar gunung berpotensi membentuk konfigurasi awan berbentuk topi.

Situasi itu akibat udara hangat yang lembap dari bawah kemudian naik dan berinteraksi dengan udara dingin di puncak gunung. "Tidak ada yang perlu dikhawatirkan soal kejadian seperti itu," ujarnya, Rabu, 12 Desember 2018.

Bila terjadi di puncak gunung, sering disebut "cap cloud" atau awan topi."Awan adalah fenomena yang terbentuk dari kondisi suhu dan aliran udara (angin) di puncak gunung. Fenomena itu sering terjadi di banyak gunung," ujarnya.

Sumber : Tempo.co

Dua Kali Sehari, Sulawesi Tenggara Dilanda Gempa


Dua gempa berkekuatan M 3,3 dan 3,5 terjadi di dua lokasi di Sulawesi Tenggara, Sabtu, 9 Maret 2019.

Gempa pertama terjadi Rumbia pada pukul 06:45:33 Wita atau 05:45:33 WIB. Pusat gempa di 4,76 Lintang Selatan dan 122,12 Bujur Timur dengan kedalaman 10 km, demikian dilansir laman BMKG.

Gempa yang berpusat di laut dengan jarak 12,7 km timur laut Rumbia itu, dirasakan dengan intensitas II MMI.

Gempa kedua terjadi pukul 15:49:11 WIB dengan kekuatan M 3,5. Pusat gempa berada di darat 15.8 km Tenggara Kolaka dengan koordina 4,09 lintang selatan dan 121,73 bujur timur.

Sumber : Tempo.co