Poker Online
Tampilkan postingan dengan label kerusuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kerusuhan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Februari 2020

4 NAPI di Pindahkan ke Lapas Medan dari Lapas Kabanjahe


4 NAPI di Pindahkan ke Lapas Medan dari Lapas Kabanjahe

Rana Informasi, Jakarta - Instansi Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Tanjung Gusta Medan, Sumatera Utara terima empat terpidana pindahan pascakerusuhan serta pembakaran Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kabanjahe.
Baca Juga : Cerita Korban Begal di Bekasi
"Empat masyarakat binaan dari Rutan Kabanjahe itu diterima Rabu malam serta langsung diletakkan di ruang sel Lapas Medan," kata Kepala Lapas Kelas IA Tanjung Gusta Medan Frans Elias Nico, Kamis (13/2/2020).

Ia mengatakan, perpindahan ke empat terpidana ini ialah petunjuk Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkum serta HAM Sumatera Utara yang diterima Lapas Medan.

"Perpindahan masyarakat binaan itu dalam rencana penyelamatan serta sekaligus juga pembinaan pada mereka yang pernah lakukan kekeliruan," kata Frans seperti diambil Di antara.

Kantor Daerah Kementerian Hukum serta HAM Sumatera Utara akan mengalihkan 191 terpidana dari Rutan Kabanjahe keempat Lapas serta Rutan di propinsi ini.
CASINO ONLINE INDONESIA
Ke empat Lapas itu ialah Lapas Kelas IA Medan sekitar 4 orang, serta Lapas Binjai 61 orang, Lapas Pemuda di Kabupaten Langkat sekitar 76 orang, Rutan Sidikalang 34 orang, serta Lapas Wanita Medan 16 orang.

142 terpidana yang lain akan tempati tiga sel tahanan di Rutan Kabanjahe.

Jumlahnya terpidana penghuni Rutan Kabanjahe sekarang ialah 410 orang yang terbagi dalam 380 pria serta 30 wanita.

Dua hari kemarin atau Rabu 12 Februari 2020, seputar jam 12.00 WIB, berlangsung kekacauan dibarengi pembakaran serta perusakan Rutan Kabanjahe.

Tidak ada korban jiwa serta beberapa luka dalam momen ini, juga tidak ada terpidana yang kabur. Tapi 410 narapidana sangat terpaksa dievakuasi.

Sumber : Liputan6

Rabu, 18 Desember 2019

Satu Personel Brimob Tewas Akibat Kerusuhan di Papua


Satu Personel Brimob Tewas Akibat Kerusuhan di Papua

Rana Informasi, Jakarta - Keonaran berlangsung di daerah Dekai, Kabupaten Yakuhimo, Papua. Insiden itu mengakibatkan satu personil polisi asal Polda Riau yaitu Brigpol Saut Sibarani wafat.
Baca Juga : Densus 88 Tangkap Teroris JAD
Kabid Humas Polda Papua Kombes Achmad Kamal, Rabu petang, membetulkan terdapatnya kejadian yang tewaskan satu anggota Brimob yang di-BKO-kan ke Polda Papua.

"Memang benar ada kejadian yang tewaskan anggota Brimob asal Polda Riau, tetapi sampai sekarang belumlah ada laporan komplet mengenai urutan kejadian itu," tutur Kombes Kamal di Jayapura, Rabu (18/12/2019).

Info yang dikumpulkan mengutarakan kejadian bermula dari waktu anggota yang sedang melakukan piket pengamanan di Mapolres Yahukimo berusaha mengakhiri permasalahan salah paham di antara Camat Distrik Lolat dengan warga lolat (Pak Guru).

Waktu anggota berusaha mengakhiri salah paham itu, ada masyarakat yang buang air kecil di samping pengamanan Mapolres Yahukimo di Dekai, hingga ditegur anggota yang selanjutnya memukulnya sampai alami cedera dibagian hidung serta berdarah.

Korban selanjutnya memberikan laporan kejadian yang dirasakannya ke KSPKT Bripka Toniwi Pareme, tetapi mendadak masyarakat yang ada di luar Mapolres Yahukimo langsung menyerang ke pengamanan dengan melempari batu dan memukul Bripka Toniwi Pareme, dan masyarakat membuyarkan diri.
Casino Online Indonesia
Anggota Polres Yahukimo selanjutnya lakukan penelusuran pada aktor pengeroyokan, kembali mendapatkan perlawanan dari warga yang berada di seputaran pasar lama hingga anggota keluarkan shooting peringatan, sampai menyebabkan warga lakukan pembakaran dua unit sepeda motor punya masyarakat yang lain.

Serta beberapa pengacau menyerang serta menganiaya Brigadir Hendra Saut Sibarani yang waktu itu sedang melalui permukiman jalan 1 akan mengarah Pos Masjid At-Taqwa, persisnya di muka Toko Sinar Yahukimo.

Seputar jam 14.20 WIT, Brigpol Sibarani wafat, sesudah sempat diatasi paramedis di RSUD Dekai.

Tidak hanya Brigpol Sibarani, tertera dua orang alami beberapa luka, yakni Bripda Agustinus Nabu (19) serta Nikolaus Ribo Situr (31).

Sumber : Liputan6

Senin, 16 Desember 2019

Tanggapan Mahfud MD Soal Ricuh Penggusuran di Taman Sari


Tanggapan Mahfud MD Soal Ricuh Penggusuran di Taman Sari

Rana Informasi, Jakarta Menko Polhukam Mahfud Md mulai bicara masalah penggusuran rumah deret Tamansari, Bandung, Jawa Barat. Mahfud menyebutkan kekacauan disana akan diselidiki petugas.
Baca Juga : Tangerang Masuk Zona Merah Narkoba
Dia pastikan siapa juga, terhitung rakyat, tidak bisa melanggar hukum.

"Kelak diselidiki, siapa juga tidak bisa melanggar hukum. Satpol PP, polisi, terhitung rakyat tidak bisa melanggar hukum. Kelak diselidiki ajalah," kata Mahfud di Gedung Kemenko Polhukam, Senin (16/12/2019)

Mahfud menyebutkan sudah tahu urutan penggusuran yang berbuntut kekacauan. Meskipun begitu, dia belum ingin memaparkan.

"Saya sich sudah mengetahui kronologinya, tetapi kelak saja, justru dipelintir-pelintir, belok . Intinya siapa juga harus patuh hukum. Akan diselidiki," tutur Mahfud Md.

Didapati, kekacauan pada penggusuran tempat di Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat jadi perhatian publik. Pada video yang viral di media sosial, terlihat aparat kepolisian lakukan tindak kekerasan pada masyarakat korban gusuran.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudho mengemukakan, keonaran sebetulnya berlangsung selesai penggusuran di Tamansari dikerjakan dengan baik serta aman oleh petugas Satpol PP.
Casino Online Indonesia
"Sebenarnya dari pertama pagi itu aman. Siang isoma. Itu aman masih," papar Trunoyudho waktu dihubungi, Sabtu (14/12/2019).

Tetapi selesai istirahat siang, sambungnya, tiba-tiba hadir massa di luar masyarakat ditempat. Polri juga lihat terdapatnya kekuatan perselisihan di antara massa dengan Satpol PP.

Trunoyudho menyebutkan, kekuatan kacau diprediksi dengan mencegah. Polri minta masyarakat tidak bergabung serta membuyarkan diri.

Sumber : Liputan6

Selasa, 08 Oktober 2019

6.000 Personil Siaga Di Wamena

Rana Informasi - 6.000 Personil Siaga Di Wamena.

6.000 Personil Siaga Di Wamena

Senamyak 6.000 anggota kepolisian masih berjaga di Wamena, Papua. Pasalnya, polisi mendeteksi rencana aksi unjuk rasa yang bisa berujung ricuh di wilayah itu.
ketua Bagian penerangan awam Divisi Humas Polisi Republik Indonesia Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan keadaan di Wamena sudah aman.

"Kita jamin keamanan di Wamena. sekitar enam ribu personel masih ada pada Papua buat mengamankan. Kita menganggap masih terdapat aksi-aksi yang memicu kerusuhan," ungkapnya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (7/10).

dari Asep, kerusuhan pada Papua yg belakangan ini terjadi akibat didalangi oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB), kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), serta United Liberation Movement for West Papua (ULMWP).
Casino Online
"insiden dampak kerusuhan pada Papua sudah jelas serta konkret didalangi tiga grup yaitu KNPB, KKB dan  ULMWP. Kita masih menganggap dan  mendeteksi akan ada aksi kerusuhan selanjutnya. seluruh aparat keamanan di Papua, baik TNI serta Polri bersiaga dan  beri jaminan keamanan ke masyarakat Papua, khususnya di Wamena," tuturnya.

Polisi juga sudah memutuskan sebanyak 13 orang menjadi tersangka dalam peristiwa kerusuhan pada Wamena beberapa hari lalu. sebesar 10 orang sudah ditahan dan  tiga lainnya masuk pada daftar pencarian orang.

Mereka merupakan DM (19), RW (18), AU (16), RA (16), AK (19), DC (32), YP (22), ES (27), NT (27) dan  SK (40). Beberapa orang diantaranya merupakan pelajar seperti siswa Sekolah Menengan Atas atau Sekolah Menengah kejuruan.

ad interim buat ketiga buronan itu adalah YA, P dan  MH.
"Mereka ini aktivitasnya itu melanggar hukumnya karena menghasut orang lain supaya melakukan kejahatan," ujar Asep.

Adapun pasal yg disangkakan kepada mereka merupakan pasal 160 kitab undang-undang hukum pidana, Pasal 170 KUHP dan  Pasal 187 kitab undang-undang hukum pidana.
Baca Juga : Hutan Gunung Arjuno Kembali Terbakar
Ada interim itu barang bukti yang diamankan artinya 34 buah batu yg digunakan buat menyerang, satu unit motor yg terbakar, satu unit kendaraan hi-lux, pula rekaman video yang disita sebagai bukti petunjuk. Rekaman video itu diduga menjadi rekaman yg diviralkan sebagai hoaks.

Sumber : CNN