Poker Online
Tampilkan postingan dengan label Polisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Polisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Februari 2020

Honggo Wendratno Buronan Polisi Bukan Permanent Residency


Honggo Wendratno Buronan Polisi Bukan Permanent Residency

Rana Informasi, Jakarta - Terduga masalah Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Kondensat, Honggo Wendratmo sampai sekarang masih juga dalam penelusuran polisi. Ada banyak tempat yang disangka jadi tempat Honggo bersembunyi.
Baca Juga : Anies, Ridwan Kamil dan Wahidin Halim Tidak Hadiri Rapat Banjir 
Salah satunya China, Singapura, Hong Kong. Awalnya, dia disangka menggenggam dua kewarganegaraan.

Beberapa waktu lalu, Mabes Polri memberikan info jika pemilik PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) itu, yang disangka ada antara ke-3 negara itu sudah menggenggam status Permanent Residency atau mempunyai izin tinggal masih.

Menyikapi info yang diberi Direktur Tipideksus Brigjen Daniel Tahi Monang Silotonga di Bareskrim, Kedutaan Singapura di Jakarta keluarkan pengakuan dari Kementerian Luar Negerinya yang memperjelas jika Honggo tidak ada di negeri Singa itu.

“Menurut catatan imigrasi kami, Honggo Wendratno tidak berada di Singapura. Ini sudah dikatakan pada pihak berkuasa Indonesia pada beberapa peluang semenjak 2017. Pun tidak ada catatan Honggo menggenggam Singapore Permanent Residency," papar jubir Kementerian Luar Negeri Singapura pada Rabu, 26 Februari 2020.
SLOT GAME INDONESIA
Tidak hanya keluarkan pengakuan itu, Singapura memiliki komitmen untuk bekerja bersama dengan kooperatif dengan Indonesia bila memerlukan pertolongan yang dibutuhkan.

"Bila Singapura terima keinginan dengan info nyata lewat aliran sah yang sesuai dengan serta itu ada dalam cakupan undang-undang kami serta keharusan internasional untuk mengerjakannya," lebih pengakuan itu.

Komisi Pembasmian Korupsi (KPK) masukkan nama bekas Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi dalam daftar penelusuran orang (DPO) atau buron. Nurhadi dicari jadi terduga dalam masalah suap serta gratifikasi sejumlah Rp 46 miliar.

Sumber : Liputan6

Rabu, 27 November 2019

AG Korban Salah Tangkap Polisi di Cengkareng


AG Korban Salah Tangkap Polisi di Cengkareng

Rana Informasi, AG alias Ade Gunawan meringkuk tanpa ada tahu karena musabab waktu dua anggota polisi membekuknya pada Selasa 5 November 2019, jam 23.00 WIB. Pria berumur 30 tahunan itu pasrah waktu senapan laras panjang terhunus pas di muka mukanya serta borgol terikat di tangannya.
Baca Juga : Dugaan Dana Desa Papua Untuk KKB
"Mana barang kamu?! Ini barang kamu kan?!" kata AG menirukan anggota polisi yang menangkapnya di Mapolsek Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (7/11/2019).

"Saya tidak paham pak, saya hanya main ponsel," jawab ia perlahan bak meminta ampunan.

AG tidak tahu harus mengatakan apa. Semua pernyataan yang sejujur-jujurnya sudah diberi. AG tidak memahami saat polisi bertanya penemuan narkoba dalam bungkus rokok di dekatnya.

"Itu bukan barang saya pak," jawab AG pada polisi.

Pada mass media, AG memandang dianya sedang apes. Saat malam itu, penjual bakso ini cuma ingin menumpang wifi gratis di tempat ia ditangkap polisi.

"Saya hanya ingin menumpang wifi-an saat malam itu. Di warung itu wifinya dapat dipakai, walau telah tutup warungnya," jelas AG.

AG bercerita keadaan malam itu telah sepi. Tidak ada orang lalu-lalang, warung-warung juga tutup. Terhitung warung kopi tempatnya menumpang wifi gratis.

Tidak diduga, waktu asik menjelajahi internet, dua anggota polisi menodongkan senjata laras panjang.

"Saya syok, jujur saya syok sampai saat ini," ingat ia waktu peristiwa dua hari kemarin.

AG juga akui trauma, kebiasaanya menumpang wifi gratis juga telah tidak dilakukan semenjak insiden itu. AG sangat terpaksa meredam diri untuk berhubungan dengan dunia luar pasca-malam menakutkan itu.
Casino Online Indonesia
"Saya saja tidak paham jika nyatanya saya sekarang tengah viral karena kejadian itu yang terekam CCTV, saya baru diberi tahu sebab saya sedang tidak pegang hape dahulu sekarang-sekarang ini, masih syok saja," papar AG.

AG bersikukuh menyanggah semua dakwaan. Alahasil, ia dibawa ke Mapolsek Cengkareng serta diinterogasi.

AG menjelaskan, polisi jalankan SOP dengan profesional. Investigasi dikerjakan padanya dari mulai tes urin sampai kontrol hp. Hasilnya, polisi tidak temukan hal apapun berkaitan masalah narkoba.

"Tes urine saya negatif, ponsel saya dicek tetapi didalamnya rekan serta keluarga saya," kata AG.

Diluar itu, AG akui, dikonfrontir dengan dua tersangka terduga yang awalnya sudah ditangkap. Waktu itu aktor berinisial U serta P ditanyakan apa mereka kenal AG.

Begitupun AG, apa mereka kenal U serta P. Hasilnya tidak satu juga di antara mereka akui kenal keduanya.

"Saya tidak mengenal mereka," tutur AG menirukan ucapannya saat introgasi.

Sesudah eluruh proses introgasi usai. AG juga dibebaskan kurang dari 1 X 24 jam.

Sumber : Liputan6

Rabu, 27 Februari 2019

Polisi: Tidak Ada Penangkapan Terkait Ricuh Acara Prabowo di Yogya


Polisi menegaskan tidak ada yang diamankan terkait ricuh yang terjadi di sekitar Grand Pacific Hall, Sleman, lokasi kampanye Prabowo Subianto, siang tadi. Polisi mengaku menghalau dengan tembakan agar insiden tidak menjalar menjadi bentrokan fisik. 

"Nggak ada yang diamankan karena kita konsen menghalau jangan sampai bentrok," kata Kapolres Sleman, AKBP Rizky Ferdiansyah, melalui pesan singkat, Rabu (27/2/2019).

Saat kericuhan terjadi, Rizky mengakui memang ada anggota polisi yang mengeluarkan tembakan peringatan. 


"Tembakan peringatan mengarah ke atas, untuk menghalau gesekan dan meredam emosi massa," jelasnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, terjadi kericuhan pada acara kampanye Prabowo di Sleman. Massa yang mengawal Prabowo mengaku lebih dulu dilempari batu lalu mengejar pelaku pelemparan.

Dari yang dikejar itu, saksi mata mengaku melihat dua orang di antaranya membawa spanduk Jokowi-Amin.

Sumber : detik.com

Waduuh... Anggota Panwaslu di Maluku Tenggara Barat Dikeroyok


Ambon - Benedikta Yanubi, anggota Panwaslu di Kormomolin, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, dikeroyok. Diduga pengeroyokan ada kaitannya dengan penanganan kasus pemilu di Bawaslu.

Koordiator Penindakan dan Pelanggaran Pemilu Bawaslu Maluku Thomas Wakano mengatakan korban mengalami luka di bagian kepala dan wajah.



"Ada luka robek di bawah mata dan luka dalam pada kepala," ujar Thomas, Selasa (26/2/2019). 
Pengeroyokan di Desa Lorwembun, Senin (25/2), itu diduga ada kaitannya dengan dugaan pelanggaran pemilu dengan terduga caleg berinisial SB. Kasus diduga bagi-bagi bingkisan yang diduga dilakukan caleg SB sedang ditangani Bawaslu.

Sementara itu, Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Maluku Astuti Usman menegaskan penanganan kasus caleg SB.

"Bawaslu akan melakukan advokasi terkait dengan kasus ini sampai tuntas. Kami masih melakukan pengkajian," katanya.


Sumber : detik.com