Poker Online
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Februari 2020

4 Fakta baru Sidang Perdana Aulia


4 Fakta baru Sidang Perdana Aulia

Rana Informasi, Jakarta - Terdakwa Aulia Kesuma serta Geovani Kelvin jalani sidang pertama masalah pembunuhan merencanakan pada Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) serta anaknya M Adi Pradana alias Dana (23).
Baca Juga : Ricuh Kongres PAN di Kendari
Sidang pertama terdakwa Aulia Kesuma serta Geovani Kelvin ini berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 10 Februari 2020 dengan jadwal pembacaan tuduhan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Waktu duduk di bangku pesakitan, Aulia yang kenakan pakaian putih serta hijab hitam itu keluarkan air mata. Rupanya dia ingat suami yang dihabisi olehnya, Pupung.

Aulia serta Kelvin membunuh Pupung dan Dana pada Agustus 2019 yang lalu. Waktu itu terduga Aulia tertekan utang oleh faksi bank. Pada akhirnya Aulia mempunyai kemauan untuk menghabisi atau membunuh Pupung serta anak tirinya.

Aulia membunuh suami serta anak tirinya dengan diracun terlebih dulu, lantas dimasukkan ke mobil bermaksud dibuang serta dibakar sebelum diturunkan ke jurang di daerah Sukabumi, Jawa Barat.

Saat sidang pertama Senin tempo hari, tersingkap fakta-fakta baru. Diantaranya ialah Aulia sempat beli ulekan sebelum membunuh ke-2 korban.

Berikut fakta-fakta baru yang tersingkap waktu sidang pertama masalah pembunuhan merencanakan Pupung serta Dana dengan terdakwa Aulia Kesuma dan Geovani Kelvin dikumpulkan Liputan6.com:

Aulia Kesuma (45) terdakwa masalah pembunuhan suami serta anak tiri di Lebak Bulus, Jakarta Selatan sempat beli ulekan kayu sebelum berlaga. Ulekan ini gagasannya jadikan jadi salah satunya alat untuk membunuh ke-2 korban.

Bukti itu tersingkap dalam persidangan dengan jadwal pembacaan tuduhan pada terduga Aulia Kesuma serta putranya, Geovani Kelvin Oktavianus Robert (24) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Senin 10 Februari 2020.

"Sesudah mengantarkan Reyna serta Bella di lobi apartemen, terdakwa satu Aulia Kesuma beli satu set ulekan kayu serta tali sumbu sekitar empat helai, lantas pulang ke tempat tinggalnya," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sigit Hendradi waktu membacakan dakwaannya, seperti dikutip Di antara.

Pada pembacaan tuduhan itu selanjutnya dikatakan, ulekan kayu dibeli Aulia Kesuma untuk tumbuk 30 butir obat tidur dengan dosis 25 miligram (mg) per butir. Obat tidur itu dipakai untuk meracuni suami serta anak tirinya.
CASINO ONLINE INDONESIA
Obat tidur yang telah halus lantas dikemas dalam dua bungkus kertas. Selanjutnya disimpan di kamar anaknya yang namanya Reyna.

Disamping itu, Aulia sempat juga singgah ke minimarket untuk beli lima pasang kaos kaki serta empat pasang sandal kempit warna hitam.

"Lima pasang kaos kaki serta empat pasang sandal kempit yang akan dipakai jadi alat hilangkan jejak sidik jari kaki dalam proses membunuh korban," kata JPU Sigit Hendradi.

Tidak itu saja, Aulia pergi ke toko kelontong di wilayah Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan untuk beli dua bungkus obat nyamuk bakar, dua pak korek api kayu, serta sebuah korek api gas yang akan dipakai jadi alat pembakaran dalam proses membunuh suami serta anak tirinya.

Dalam sidang tuduhan itu tersingkap jika Aulia Kesuma bersama dengan anaknya Geovanni sudah berencana serta mempersiapkan semua perlengkapan untuk menghabisi nyawa suami serta anak tirinya.

Sumber : Liputan6

Jumat, 27 Desember 2019

Gerindra Minta Polri Usut Tuntas Kasus Novel Baswedan


Gerindra Minta Polri Usut Tuntas Kasus Novel Baswedan

Rana Informasi, Jakarta - Wakil Ketua Biasa Partai Gerindra Fadli Zon minta polisi transparan dalam menginvestigasi masalah serangan pada penyidik KPK Novel Baswedan. Hal tersebut mengejar penangkapan pada dua striker Novel yang disebut anggota Polri aktif.
Baca Juga : Gempa di Sukabumi Terasa Hingga Jakarta
Fadli minta polisi memaparkan semua hasil penyelidikan tanpa ada ditutup-tutupi. Ditambah lagi Novel Baswedan pernah menjelaskan sangkaan keterkaitan jenderal pada masalah serangan dianya.

"Sebetulnya di masa saat ini, semua transparan, akuntabel, terbuka. Jika Pak Novel pernah menjelaskan itu ya disebut siapa yang disebut, selanjutnya jika telah tertangkap tinggal dijelajahi hingga kita dapat move on dengan masalah ini, sebab ini telah terkatung-katung lumayan lama," tutur Fadli di lokasi Pancoran, Jakarta, Jumat (27/12/2019).

Pentingnya masalah ini dibuka transparan sebab telah lama publik dibikin menanti. Karenanya, supaya tidak berkembang pertaruhan liar siapa dalang striker Novel, Fadli meminta polisi tidak menutup-nutupi hasil penyidikannya.

"Karena itu kelak kita lihat kelak di prosedurnya kita mengharap, ada transparansi. Saya anggap saat ini susah menutup-nutupi, serta saya anggap warga saat ini gampang lakukan judgement jika ini tidak diselesaikan," kata Fadli.
Slot Game Indonesia
Bekas pimpinan DPR itu memandang, diamankannya dua tersangka aktor serangan Novel Baswedan adalah langkah maju proses penyelidikan kepolisian. Ditambah lagi warga telah menanti sepanjang dua tahun lebih.

"Umumnya kan polisi memiliki potensi cepat, ditambah lagi dalam masalah relatif lumayan sederhana, penyiraman ada CCTV-nya, saya anggap jika memang dikejar akan cepat begitu," katanya.

Fadli Zon menyangka, lamanya pengungkapan masalah serangan pada Novel Baswedan sebab ada pelaku yang menghalangi penyelidikan. Ia memandang, ini adalah pekerjaan atau pekerjaan rumah (PR) besar Polri untuk menginvestigasi sampai selesai.

"Memang benar ada beberapa faktor menghalangi hingga tidak tersingkap atau ada oknum-oknum yang tutupi hingga tidak tersingkap. Saya anggap masalah ini ialah PR yang besar yang perlu selekasnya diselesaikan," papar Fadli.

Awalnya, team tehnis Bareskrim Polri bersama dengan Kakor Brimob sudah tangkap dua striker Novel Baswedan memakai air keras pada Selasa 11 April 2017. Ke-2 aktor berinisial RM serta RB adalah anggota Polri aktif.

Ke-2 aktor diamankan di lokasi Cimanggis, Depok, Jawa Barat pada Kamis 26 Desember 2019 malam. Sekarang, aktor sudah diputuskan jadi terduga serta masih dicheck intens di Mapolda Metro Jaya.

Sumber : Liputan6

Kamis, 26 Desember 2019

Pengemudi Lamborghini Koleksi Hewan Langka Yang Diawetkan


Pengemudi Lamborghini Koleksi Hewan Langka Yang Diawetkan

Rana Informasi, Jakarta - Polres Metro Jakarta Selatan memeriksa rumah Abdul Malik, pengemudi mobil Lamborghini yang menodongkan senjata api pada dua pelajar. Polisi temukan beberapa hewan langka yang telah diawetkan atau offset.
Baca Juga : Butuh Waktu 8 Bulan Untuk Penyesuaian Ibukota Baru
Hewan langka yang diawetkan ialah Harimau Sumatera, Burung Cenderawasih, serta Rusa Bawean.

"Sekarang kita telah amankan ada empat tipe hewan langka yang telah dikeraskan yakni Harimau Sumatera, selanjutnya Burung Cenderawasih dan Rusa Bawean sekitar 2 ekor. Jadi semua keseluruhan ada empat yang kita amankan," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Bastoni Purnama, Jakarta Selatan, Kamis (26/12/2019).

Dia memperjelas, semua hewan yang dipunyai pemilik mobil Lamborghini itu yaitu offset. Untuk pastikan apa Abdul Malik punya hewan lain atau adakah tanda bukti lain yang dilarang apa tidak, polisi akan mengecek beberapa saksi.

"Iya benar offset semua. Untuk selain itu, kelak kita selalu memahami. Kita check saksi-saksi yang lain adakah beberapa hal yang lain berkaitan dengan aktor," katanya.
Casino Online Indonesia
Berdasarkan penjelasan Abdul Malik, offset itu dia temukan dengan membelinya serta bukan dengan mengincar. "Jika info aktor sesaat, itu cuma koleksi saja. Tidak dari hasil buruan. Dibeli," katanya.

"Masih juga dalam pendalaman semenjak kapan yang berkaitan atau aktor memiliki," imbuhnya.

Atas tindakannya itu, Abdul Malik di pengemudi Lamborghini koboi akan dipakai klausal perlindungan pada hewan langka yaitu Klausal 40 (2) Jo Klausal 21 (2) huruf b serta d.

"Tidak hanya klausal pengancaman yang tempo hari itu. Selanjutnya saat ini klausal mengenai perlindungan pada hewan langka, yang lain kelak akan kita dalami berdasar keterangan-keterangan saksi, alat bukti lainnya, dari info terduga," pungkasnya.

Sumber : Liputan6

Selasa, 24 Desember 2019

Polisi Tangkap Pengemudi Lamborghini


Polisi Tangkap  Pengemudi Lamborghini

Rana Informasi, Jakarta - Polisi temukan barang-barang bukti terhitung senjata api yang digunakan pengemudi Lamborghini untuk menodong dua pelajar di lokasi di Kemang, Jakarta Selatan. Hasil dari pengusutan, pengemudi Lamborghini Abdul Malik mendapatkan izin punya senjata api semenjak Juni 2019.
Baca Juga : 1000 Situs Nonton Film Online Akan di Hapus Kominfo
"Kita sita satu puncak senjata api kaliber 32, dengan selongsong ada tiga yang sukses ditembakkan. Selanjutnya kartu Perbakin serta kartu pemilikan senjata api, ada kartu Perbakin, izinnya ada, ia memiliki sendiri ini semenjak Juni 2019," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (24/12).

"Keperluannya untuk bela diri," sambungnya Yusri.

Ia menjelaskan, dengan aksi koboi itu, kepolisian akan selekasnya mencabut izin pemilikan senjata api pengemudi Lamborghini Abdul Malik.

"Memang memang milik senjata tercatat tapi sebab tindakannya, tegas kita sebutkan jika kita akan proses masalah ini, yang berkaitan kita tahan. Senjata akan kita cabut izinnya sebab tidak patut untuk punya izin dengan melakukan perbuatan semena-mena semacam ini," pungkas Yusri.

Selain itu, Abdul Malik positif memakai narkotika tipe ganja. Ini berdasar hasil tes urine terduga.

"Terduga positif ganja sebelum tindakan," tutur Yusri Yunus.

Walau demikian, polisi tidak temukan tanda bukti ganja itu walau sudah memeriksa rumah terduga di lokasi Kemang, Jakarta Selatan. "Di mobil Lamborghini juga kami periksa, tetapi tidak ada," kata Yusri.

Tindakan koboi jalanan berawal waktu pelajar berinisial A serta I tengah asik bercanda di tepi jalan Kemang Selatan, Jakarta pada Sabtu sore 21 Desember 2019. Keduanya akan beli kopi.
Casino Online Indonesia
Waktu di perjalanan, keduanya anak ini lihat mobil Lamborghini yang dikendarai aktor. Keduanya juga ketawa sekalian melirik mengarah mobil itu.

"Mobil gue tuch," kata A.

"Itu mobil gue," sahut I sekalian ketawa. Demikian dikisahkan Ibunda pelajar A yang akui shock.

Ditengah-tengah gurauan ke-2 pelajar itu, sang pemilik mobil eksklusif mendadak buka kaca jendela. Ia langsung keluarkan senjata sekaligus juga cacian pada beberapa anak itu.

"Ia langsung menodongkan pistol mengarah temannya A, ia nodong ngomong apa lu ****?" sebut Ibunda A waktu dihubungi merdeka.com, Senin 23 Desember 2019.

Sumber : Liputan6

Sabtu, 14 Desember 2019

Polisi Masih Kumpulkan Bukti Kasus Pembunuhan Hakim PN Medan


Polisi Masih Kumpulkan Bukti Kasus Pembunuhan Hakim PN Medan

Rana Informasi, Jakarta - Jati diri pembunuh hakim PN Medan, Jamaluddin belum tersingkap. Polisi belum memperoleh bukti yang ke arah siapa orang yang akhiri hidup Jamaluddin.
Baca Juga : Pemerintah Berikan Kompensasi Kepada Korban Teroris
Sekitar 29 saksi dicheck polisi dalam penyidikan sangkaan pembunuhan pria yang memegang jadi humas Pengadilan Negeri Medan itu.

"Sampai ini hari masih penyidikan, 29 saksi telah dicheck. Kami terus lakukan pendalaman," kata Kepala Sisi Penerangan Biasa Polri Kombes Asep Adi Saputra di Sekolah Tinggi Pengetahuan Kepolisian, Jakarta, Jumat 13 Desember 2019.

Beberapa saksi yang dicheck salah satunya rekanan kerja Jamaluddin di PN Medan, keluarga, mitra dan saksi yang ada di tempat insiden.

Polisi juga masih kumpulkan bukti-bukti serta belum dapat mengaitkan apa pun tentang aktor pembunuh hakim PN Medan.

"Penyidik belum mengaitkan, saat ini masih kumpulkan bukti. Semua bukti panduan pasti diproses terlebih dulu," tutur Adi.

Jamaluddin adalah hakim serta humas PN Medan yang diketemukan masyarakat sudah meninggal dalam mobil Toyota Land Cruiser Prado warna hitam. Mobil bernopol BK 77 HD itu terjerumus ke satu jurang di Dusun II Namo Teduh, Desa Senang Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat 29 November 2019.
Live Game Indonesia
Waktu diketemukan, jenazah terbaring di tempat kursi belakang mobil dengan keadaan badan sudah membiru serta tangan terikat.

Polisi memakai cara induktif serta deduktif untuk ungkap masalah ini.

Cara induktif dengan mengawali penyidikan di tempat insiden. Team Laboratorium Forensik serta Indonesia Automatic Fingerprint Identification Sistem (INAFIS) ikut serta dalam proses itu.

Sesaat cara deduktif yaitu dengan cari keterikatan setiap masalah yang diatasi Jamaluddin. Polisi mencari peluang mendiang Jamaluddin pernah mengatasi masalah yang mempunyai potensi pengancaman atau penganiayaan sampai hilangkan nyawa.

Sumber : Liputan6

Senin, 02 Desember 2019

Dugaan Pembunuhan Hakim PN Medan Versi Ikahi


Dugaan Pembunuhan Hakim PN Medan Versi Ikahi

Rana Informasi, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Hakim Indonesia (Ikahi) Suhadi mengutuk masalah sangkaan pembunuhan pada Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin. Tragedi pilu itu berlangsung Jumat 29 November 2019 di ruang kebun sawit di daerah Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Baca Juga : Penyanderaan 3 WNI di Fillipina
"Kami ucapkan belasungkawa serta mengutuk kejadian ini. Kami berdoa agar keluarga dibiarkan dikasih ketabahan serta Kepolisian cepat memperoleh titik jelas," kata Suhadi di Gedung Mahkamah Agung (MA), Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019).

Berdasar info yang didapat dari keluarga korban, kata Suhadi, Jamaluddin akui sempat memperoleh telephone dari kerabatnya sekejap sebelum melakukan aktivitas teratur jadi hakim. Tetapi keluarga tidak paham persis siapa figur yang meneleponnya.

"Ditelepon oleh teman dekat kenalan beliau untuk menjemput di Kualanamu, dari rumah beliau kontrol sendiri mobilnya," sebut Suhadi.

Almarhum diberitakan sempat singgah ke tempat kerjanya di Kantor PN Medan. Tetapi rekaman CCTV atau finger print absensi tidak temukan jejak Jamaluddin saat pagi hari sebelum diketemukan meninggal.

"Sempat mangkir tuturnya, tetapi sampai hingga jam 1 siang belumlah ada info hadir ke kantor, sampai jam 3 sore diketemukan di kebun kelapa sawit dekat jurang serta disangka ini ada pembunuhan," papar Suhadi.

Suhadi malas berspekulasi mengkaitkan masalah sangkaan pembunuhan itu dengan perkara-perkara yang diatasi Jamaluddin.

Tetapi ia mengamini jika penyelamatan menempel pada hakim sampai sekarang belumlah ada. Karena itu, faksinya terus menggerakkan terdapatnya penyelamatan melalui UU Contempt of Court supaya martabat hakim masih agung tidak cederai dan terproteksi.
Deposit Via OVO
"Sampai kini jika untuk perlindungan kita minta Polri, tetapi cuma yang terkait dengan masalah. Tetapi jika yang definitif belumlah ada. Kita dorong melalui UU ke DPR masalah itu," kata Suhadi menandaskan.

Ikahi, kata suhadi, tidak ikut serta dalam mengivestigasi masalah sangkaan pembunuhan pada Jamaluddin. Faksinya memercayakan penyidikan yang dikerjakan kepolisian.

"Kami menyerahkan semuanya pada pihak berwajib, penyidik penyelidik Polri," tutur Suhadi.

Suhadi janji tidak akan mengintervensi penyidikan masalah itu. Faksinya memberi dukungan dan kooperatif pada keinginan kepolisian agar bisa ungkap siapa dalang dibalik pembunuhan pengadil itu.

"Kami akan koperatif menyerahkan menjelaskan semua apa yang kami ketahui supaya masalah ini selekasnya tersingkap," katanya.

Sampai sekarang, Polda Sumatera Utara telah mengecek 4 saksi berkaitan masalah sangkaan pembunuhan pada Hakim PN Medan, Jamaluddin. Walau demikian, polisi belum temukan titik jelas dari kejadian yang berlangsung pada 29 November 2019 ini.

"Telah ada 4 orang saksi yang dicheck. Diluar itu CCTV di PN Medan juga kita check," kata Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan waktu di konfirmasi, Senin (2/12/2019).

Sumber : Liputan6

Jumat, 29 November 2019

Tersangka Bunuh Teman Sendiri Yang Jadi Tersangka Perkosa Istri Tersangka Pembunuhan


Tersangka Bunuh Teman Sendiri Yang Jadi Tersangka Perkosa Istri Tersangka Pembunuhan

Rana Informasi, Probolinggo - NB (25) disangka lakukan pembunuhan pada temannya sendiri yang bernama SW (25). Masyarakat Desa Pondok Wuluh, Kecamatan Leces, Probolinggo, Jawa Tengah itu meninggal mengenaskan di tangan temannya.
Baca Juga : Oknum Satpol PP Tiap Hari Bobol ATM
Pembunuhan itu berlangsung jam 08.30 WIB, 23 November 2019. Tetapi, jasad SW baru diketemukan pada Minggu, 24 November 2019.

SW diketemukan di ruangan tamu pasangan suami istri NB serta J. SW meninggal dengan cedera bacok di leher, punggung serta perut.

Waktu olah tempat insiden masalah atau TKP, Team Inafis Polres Probolinggo temukan beberapa tanda bukti. Tanda bukti itu diantaranya sebilah pisau disamping jasad serta sepeda motor yang disangka punya korban.

Hasil penyidikan polisi tersingkap motif pembunuhan yang dikerjakan oleh NB. Motifnya ialah NB dendam pada SW karena pernah memperkosa istrinya, J.

Berikut fakta-fakta dibalik pembunuhan sadis yang dikerjakan rekan sendiri di Probolinggo:

Hasil dari penyidikan, SW dibunuh NB, pemilik rumah yang rekan korban. Sebelum membunuh, NB mendapatkan info dari istrinya yang bernama J.

Sang istri rupanya pernah diperkosa SW waktu lalu. Dengar info itu, NB jengkel serta nekat membunuh SW.

"Yang pasti di sini telah disetubuhi serta narasi ke suaminya. Untuk tindakan (perkosaan) yang ke-2, telah diprediksi aktor serta langsung dibunuh oleh aktor," tutur Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Risky Santuso.

Risky menjelaskan, istri NB, J menerangkan dengan detil jalinan keluarganya dengan SW.

Menurut J, SW adalah teman dekat karib serta seringkali bermalam di tempat tinggalnya di Desa Leces, hingga korban telah dipandang saudara sendiri.
Deposit Via OVO
Tetapi nyatanya, SW justru merayu J, serta coba memperkosa dianya, sampai sang suami menyimpan dendam.

Sebelum momen pembunuhan, SW Widodo berkunjung ke rumah J. Waktu itu NB, suami J tidak berada di rumah, hingga SW nekat akan memperkosa J.

Tidak disangka, NB yang baru hadir lihat momen itu, sampai amarahnya tidak ketahan serta menghabisi korban dengan clurit.

Risky selanjutnya menjelaskan, sebelum meninggal, SW sempat lakukan seringkali eksperimen pemerkosaan pada J waktu NB tidak berada di rumah.

"Waktu insiden pertama, J tidak bercerita pada suaminya jika dia diperkosa oleh SW. Insiden pemerkosaan kembali berlangsung," kata Risky.

NB menerangkan, SW pernah lakukan pemerkosaan sekitar 3x.

"SW telah jadi teman dekat serta diakui, kok justru memperkosa istri saya. Itu juga bukan sekali, tetapi 3x," kata NB, Rabu, 27 November 2019.

Sumber : Liputan6